Sekarang Jam ...

WELCOME

Hidup adalah Sebuah Pilihan...

Terbang atau Terinjak...

Sabtu, 10 November 2012

ALZHEIMER

 A.   Asal Usul
Perbandingan otak normal dan alzheimer
            Penyakit alzheimer ditemukan pertama kali pada tahun 1907 oleh seorang ahli Psikiatri dan neuropatologi yang bernama Alois Alzheimer. Ia mengobservasi seorang wanita berumur 51 tahun, yang mengalami gangguan intelektual dan memori serta tidak mengetahui kembali tempat tinggalnya, sedangkan wanita itu tidak mengalami gangguan anggota gerak, koordinasi dan refleks. Pada autopsi awal, tampak bagian otak wanita tersebut mengalami atropi yang difus dan simetri, dan secara mikroskopik tampak bagian korteks otak mengalami neuritis plaque dan degenerasi neurofibrillary.
Pada dasarnya, Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan adalah sejenis penyakit neurodegeneratif karena apoptosis (kematian) sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil.
Secara epidemiologi, penyakit alzheimer terbagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menderita pada usia kurang 58 tahun disebut sebagai early onset sedangkan kelompok yang menderita pada usia lebih dari 58 tahun disebut sebagai late onset.
Berdasarkan jenis kelamin, wanita tiga kali lebih banyak dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan usia harapan hidup wanita lebih lama dibandingkan laki-laki.
Sedangkan menurut beberapa ahli, risiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko 5% mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun..
B.    Penyebab
·       Faktor genetik
Beberapa peneliti mengungkapkan 50% kasus alzheimer ini diturunkan melalui gen autosomal dominant.
Gen tersebut adalah clusterin, complement receptor 1 (CR1), dan PICALM, yang diduga merupakan tipe gen yang paling banyak ditemukan pada 90 persen kasus Alzheimer.
Gen lain yang juga berkaitan dengan penyakit yang menyebabkan kepikunan di usia lanjut ini adalah apolipoprotein E (ApoE) yang diidentifikasi pada tahun 1993 sejak para ahli mengetahui bahwa kemunduran fungsi otak terkait dengan faktor genetik..
·         Faktor infeksi
Ada hipotesa menunjukkan penyebab infeksi virus pada keluarga penderita alzheimer yang dilakukan secara immuno blot analisis, ternyata diketemukan adanya antibodi reaktif. Infeksi virus tersebut menyebabkan infeksi pada susunan saraf pusat yang bersifat lambat, kronik dan remisi.
·         Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga dapat berperan dalam munculnya penyakit alzheimer. Faktor lingkungan antara lain, aluminium, silicon, mercury, zinc. Aluminium merupakan neurotoksik potensial pada susunan saraf pusat. Pada penderita alzheimer, juga ditemukan keadaan ketidakseimbangan merkuri, nitrogen, fosfor, sodium.
Ada dugaan bahwa asam amino glutamat akan menyebabkan depolarisasi melalui reseptor N-methy D-aspartat sehingga kalsium akan masuk ke intraseluler (Cairan-influks) dan menyebabkan kerusakan metabolisma energi seluler dengan akibat kerusakan dan kematian neuron.
·         Faktor trauma
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan penyakit alzheimer dengan trauma kepala. Hal ini dihubungkan dengan petinju yang menderita demensia pugilistik.

C.  Diagnosis
Gejala-gejala Alzheimer sendiri meliputi gejala yang ringan sampai berat. Di antara tanda-tanda munculnya penyakit Alzheimer adalah :
  • Gangguan memori yang memengaruhi keterampilan pekerjaan.
  • Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan.
  • Kesulitan bicara dan berbahasa.
  • Disorientasi waktu, tempat dan orang.
  • Kesulitan mengambil keputusan yang tepat.
  • Perubahan perasaan, kepribadian dan perilaku.
  • Hilangnya minat dan inisiatif.
D.   Penanganan
Berdasarkan penelitian para ahli, mereka merekomendasikan beberapa obat di bawah ini untuk menangani sementara penyakit Alzheimer, kebanyakan merupakan penghambat kolinesterase yaitu :
  • Galantamine HBr
Galantamine diberikan dengan dosis rendah pada awalnya yaitu 4 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu dan dilanjutkan dengan 8 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu pengobatan selanjutnya. Meskipun demikian, beberapa pasien membutuhkan dosis yang lebih besar.
Efek samping yang sering terjadi dari Galantamine adalah mual, muntah, diare, anoreksia, kehilangan berat badan. Efek samping ini umumnya terjadi pada awal pengobatan atau ketika dosis ditingkatkan, umumnya ringan dan bersifat sementara.
  • Donepezil
Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan. Biasanya diberikan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu.
Efek samping yang sering terjadi sewaktu minum Donepezil adalah sakit kepala, nyeri seluruh badan, lesu, mengantuk, mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram, nyeri sendi, insomnia, dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.
  • Memantine
Memantin adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzhaimer taraf sedang hingga berat, dengan mekanisme kerja yang berbeda dan unik dengan memperbaiki proses sinyal Glutamat. Obat ini diawali dengan dosis rendah 5 mg setiap minggu dilakukan selama 3 minggu untuk mencapai dosis optimal 20 mg/hari.
E.    Pencegahan
Beberapa aktivitas yang disebut-sebut bermanfaat bagi otak untuk mencegah terkena penyakit Alzheimer antara lain :

·         Mengonsumsi minyak ikan.
·         Berolahraga rutin.
·         Mengisi teka teki silang.
·         Membaca buku.
Beberapa ahli menyatakan, suplemen, obat atau interaksi sosial belum terbukti dapat mencegah penyakit degenerasi otak tersebut. Mereka mengamati dan melakukan puluhan riset yang menunjukkan cara-cara untuk mencegah Alzheimer, Tetapi belum menemukan satu pun bukti yang cukup kuat akan dampaknya bagi pencegahan.

Minggu, 23 September 2012

Bebaskan Dunia Dari HIV/AIDS!

Tulisan ini dibuat bagi para aktifis sosial dan kesehatan di seluruh dunia...
Tulisan ini dibuat bagi seluruh orang tua yang peduli pada anak-anaknya...
Tulisan ini dipersembahkan buat para korban HIV/AIDS di seluruh dunia...
Tulisan ini dibuat bagi kita semua untuk mengingatkan bahwa Human Immunodeficiency Virus masih terus menginfeksi dan menghancurkan masa depan anak-anak kita , saudara-saudara kita dan orang-orang terdekat kita. HIV/AIDS masih terus merebut kesenangan dan kebahagiaan mereka yang terinfeksi, saat mereka seharusnya mendapatkan rasa aman dan pergaulan yang layak, mereka harus menerima nasib dikucilkan dari masyarakat dan terisolasi dalam lingkungan mereka sendiri. Belum cemoohan dari masyarakat sekitar yang terkadang memperkeruh suasana. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menghindari menyebarnya virus mematikan ini.
Mungkin kita bisa menjumpai pasien HIV/AIDS(ODHA) masih bisa hidup nyaman dan enak di negara-negara maju, mereka dirawat dengan perlatan dan fasilitas yang sangat memadai. Namun jika kita melihat di negara-negara miskin dan berkembang yang merupakan korban utama keganasan penyakit ini, para ODHA ini hidup dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Banyak yang dikucilkan dan dibuang, hingga akhirnya muncullah kampung ODHA, yang akhirnya membuat penyakit AIDS ini berkembang begitu cepat di sekitar penduduk setempat, tanpa adanya pelayanan, bahkan pengobatan yang memadai. Mungkin kita bisa bersyukur saat beberapa orang-orang aktifis sosial yang peduli kepada mereka datang dan menghibur mereka, mereka pun merasa senang akan hal itu. Namun sayangnya, banyak yang datang kepada mereka terkadang hanya untuk melihat-lihat seakan mereka(ODHA) adalah barang tontonan.
Hal inilah yang menjadi kenyataan menyedihkan sampai sekarang, ditambah belum ditemukannya obat yang cocok untuk mengobati penyakit ini. Oleh karena itu melalui surat ini, saya mengajak kepada para relawan dan aktifis sosial kesehatan untuk terus bersabar dan bekerja keras mengelola dan menjaga mereka(ODHA), agar tidak terjadi keputusasaan diantara mereka.
Begitu juga dengan para ilmuwan medis, saya berharap anda semua bisa segera fokus dan cerdas dalam meneliti untuk menemukan obat atas penyakit defisiensi imun ini.
Tak lupa, kepada orang tua-orang tua di seluruh dunia, saya berharap anda dapat menjaga keluarga anda, terutama anak-anak yang sedang puber untuk tidak berbuat hal-hal yang cenderung menimbulkan tersebarnya penyakit AIDS ini.
Saya berharap, dengan adanya kerjasama dan tanggung jawab dari kita semua, kita bisa membebaskan dunia dari Human Immunodeficiency Virus ini pada beberapa tahun mendatang.
Good Luck everybody....!

Minggu, 26 Agustus 2012

Pembandingan dan Pembunuhan Karakter

"Lihat si A, dia itu pintar...blablabla..."
"Lihat si B, dia itu kaya...rajin...blablabla..."
"Lihat si C ..." dan seterusnya sampe Z.
Mungkin kita sering mendengar kalimat diatas, terutama kalangan anak-anak, remaja, dan orangtua muda. Biasanya kita mendengar kata itu dari orang-orang yang kita cintai, kita kasihi, kita sayangi.
Orang-orang itu berharap supaya kita menjadi apa yang mereka inginkan. Tentuna mereka selalu berharap kita menjadi orang yang baik dan benar. Namun masalahnya terkadang dengan perkataan-perkataan seperti diatas, membuat kita patah semangat, putus asa, dan kadang kesal.
Hal itu merupakan sesuatu yang wajar, karena sebagai manusia, tak bisa dipungkiri, kita semua mengharapkan pengakuan orang lain atas kemampuan diri kita, terutama dari orang-orang terdekat kita, sehingga kita selalu berusaha dan belajar untuk unjuk kemampuan di depan orang-orang. Kita tentu akan senang jika ada yang mengakui kemampuan kita dengan pujian, doa, harapan, ataupun hanya sekedar kebanggaan. Sebaliknya kita akan kesal dan sedih jika tak seorang pun yan mengakui kita.
Begitu juga dengan kehidupan nyata, terkadang orangtua kita mengatakan seperti ungkapan diatas tadi"...Harusnya kamu bisa sepeti anaknya pak Fulan, dia berhasil menjadi General Manager di perusahaan."
Kata-kata seperti ini setidaknya menimbulkan 2 efek samping negatif bagi yang menjadi objek atau lawan bicara. Pertama, ia akan merasa tidak diakui, ia merasa semua hasil kerjakeras dan jerihpayahnya seama ini sia-sia. Kedua, ia menjadi kurang percaya diri sebagai akibat dari tidak adanya kepercayan, terlebih dari orang -orang terdekat. Kekurang-PD-an ini membuat orang terkadang menjadi penakut, pemalu, dan susah bergaul. Lalu, yg seperti ini tidak bisakah kita sebut sebagai pembunuhan karakter?
Pembunuhan karakter memang biasanya identik dengan bullying, namun pembandingan-pembandingan seperti di atas tadi juga memiliki efek yang tidak jauh berbeda dengan pembunuhan karakter. Bayangkan saja orang yang sudah berusaha keras untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Terkemuka dengan susah payah untuk membahagiakan kedua orangtuanya, Eh...pas sudah diterima, orangtuanya bilang, " Nak, mendingan kamu masuk Fakultas Pertambangan aja, nanti bisa kaya, nggak kaya dokter, emang dokter bisa kaya?", sang anak yang mendengar kalimat itu tentunya akan merasa sakit hati, seakan semua jeih payahnya selama ini tidak diakui sama sekali. Niat hati ingin membahagiakan, malah menyakitkan.
Kebiasaan pembandingan seperti ini sangat sering terjadi di kehidupan bermasyarakat bahkan berkeuarga, namun banyak yang tidak menyadari hal ini. Alasannya biasanya adalah supaya orang mengetahui contoh jadinya. Tapi sekali lagi saya katakan, alangkah baiknya kita tidak perlu memberikan pembandingan berlebihan saat memberikan pelajaran dan nasehat, cukup dengan penggambaran biasa secara umum saja, karena pada dasarnya dengan membeitahukan pembanding-pembanding itu akan membuat seseorang menjadi berpikir terbatas, jika sudah melewati pembanding, maka tugas selesai dan dia bisa tenang. Coba bayangkan seandainya dia tidak mengetahui, tentu dia akan terus bersaing dan berinovasi untuk terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Oleh karena itu, marilah sebagai orang tua, guru, dan orang yang di'dewasa'kan, kita hindari pembandingan-pembandingan dengan suatu objek khusus saat memberikan pelajaran dan nasehat kepada yang berhak.

TA'ARUF=PACARAN BAIK?

Aku buat tulisan ini sebenernya cma untuk meramaikan demam yg lg nge-trend di Foranza Sillnova, sebenernya mau ditulis di kolom comment-nya tulisan kefin, tp berhubung kayaknya bkalan kebanyakan yaudah tulis aja di blog sndiri.
Jadi sebenernya aku cuma mau ngasih pandangan tentang konsep taaruf yg selama ini aku pegang ya(udah sejak kapan gatau)...gara-gara huda pake nyebut nama, jadi aku jg ikut campur...bukan sok tau atau gmna, karena emang aku sndiri bkan pakar, jd klo ada yg protes ya silakan comment aja...just share...
OK, jd klo menurutku ta'aruf(atau kefin bilang pacaran yg baik itu) sebenernya cma buat ngenalin kita sama calon. ya kelebihan2nya..kekurangan2nya ato yg sejenisnya. 
Nah, dari situ,pertama, kita bisa menentukan apakah DIA adalah orang yg sesuai dgn kita(dalam islam sih nyebutnya sekufu), klo emang COCOK, lanjut ke yang kedua, tp klo gk ya putusnya jgn sampe nyakitin(soalnya cewe emang pake perasaan bgt tiap ngadepin masalah), kedua, biasanya sih klo muslim taat maennya langsung aja. "Udah, kawin sono!..biar gk kejerumus zina", yg begini ni aman sebenernya(suka main aman, gk mau cari risiko), nah tp gk sedikit kok yg nyoba cari pengalaman, biasanya mereka menjalani tadi yang disebut kefin HTS, sebenenya tujuan dari HTS itu adalah pura-pura jadi pasangan, pas gitu kita bisa lebih merasakan hidup berbagi dengan DIA, bisa saling menghargai ato gk, mana yg mau saling dilengkapi, kan ntar bakalan bnyk masalah dan ujian selama HTS, jd makanya klo menurutku sih bener kata kefin"..Hipotesis saya, pacaran yang baik akan meminimalisir perceraian dalam rumah tangga .."karena setelah HTS-an kita bakalan bener-bener siap untuk menikah. kita bener-bener udah bisa saling menerima satu sama lain.
Masalahnya, HTS-an begini, risikonya besar, gk semua orang mau dan bisa melakukan, godaan gk sedikit, ujian gk ringan, masalah gk sepele, salah sedikit saja bsa merusak semua rencana dan ekspektasi kita(ekspektasi sering jauh dari realitas, makanya bnyak orang yg cari aman, pilih opsi lansung maen.
enaknya opsi pertama, kita aman jd seorang muslim, udah halal, gk takut kena zina...tp klo ntar di tengah jalan ada masalah yg agak berat, bakalan rame, mungkin bsa lagsung cerai(langsung kawin langsung cerai;pagi kawin sore cerai..haha).
Contoh sih udah banyak, baru aja hari raya kemaren aku dapet cerita klo saudaraku ada yg begtu...bahkan klo aku bilang orangtuaku pun begitu, cma mereka gk mau cerai meski sering bgt saling "ngamuk" satu sama lain,(curhat...)tp mereka ttp bertahan, mungkin hanya ada 1 dari 234 pasangan kali. Emang jarang yg bsa begitu. butuh skill dan ketahanan.
Sekarang opsi kedua(HTS-an), enaknya bsa ngerasain gmna rasanya pnya kekasih(meski belum pasti, dan masih "pura-pura"),  kita bsa saling mengasihi, melengkapi, curhat-curhat-an, dan lain-lain. Tapi yg begini ni risikonya bsa kena zina kecil. Dosa tetep ada klo kita kelewatan, karena secara status emang belum halal, tp emang klo bsa bertahan, bkalan lebih mantep pas nikah nanti, langgeng dah pokoknya. Klo contoh sih gak tau, soalnya aku belum pernah tau, tp secara logika mesti banyak kok yg setuju(yakin???)
Sebenernya banyak remaja sekarang yang sudah memilih opsi kedua, masalahnya banyak dari mereka yang tidak bisa menahan nafsu(penginnya langsung *******)ujung-ujungnya kena masalah, lari, putus...masalahnya gk bakalan selesai segampang itu, yg cewek bakalan punya kenangan hitam, yg cowo bakalan kena masalah(gk tau dikutuk ortunya, di nikah paksa, ato bahkan bsa bunuh diri), emang gitu sih, makanya cinta itu bukan buta tp MEMBUTAKAN.
jadi sekarang terserah kalian, mau pilih model ta'aruf yang mana, seperti kata Retas"...HIDUP itu PILIHAN", yg pnting siap menanggung risiko, konsekuen, dan bertanggung jawab...Good Luck fren...

Minggu, 12 Agustus 2012

Ironi Reformasi

          Entah apa yang terpikir di benak para broker-broker di Indonesia, setiap kali ada momentum, selalu saja kebiasaan buruk lama yang terulang. Seperti hari raya idul fitri tahun ini, untu menyambut perayaan tahunan hari besar umat islam se-dunia itu, para broker dan spekulan menaikkan harga sembako sedemikian tinggi hingga membuat rakyat kesulitan membeli kebutuhan pokok. Akibatnya, beberapa kegiatan produksi terancam mogok. Bahkan para pengusaha tahu dan tempe di beberapa daerah sudah melakukan aksi mogok produksi tahu dan tempe akibat tingginya harga kedelai sebagai bahan bakunya.

         Sementara itu, pemerintah malah menyerah dan mengaku kalah dari para broker-broker itu, rupanya pemerintah sudah terlampau banyak mengurusi masalah yang selalu tidak kunjung selesai. Sehingga untuk main aman, mereka mencari jalan pintas dengan cara membuka keran impor sebesar-besarnya, ironisnya barang-barang kebutuhan yang kita impor itu kebanyakan adalah komoditi produksi andalan negara agraris seperti kita, contohnya impor gandum, kedelai, beras, bahkan hingga garam. Ironisnya negara kita yang notabene adalah negara kepulauan harus menanggung kenyataan yang menyedihkan, yaitu mengimpor garam, memang pada pergi kemana para petani garam kita?

         Ternyata reformasi yang telah berjalan sekian tahun ini baru memasuki babak awal, reformasi yang menumbangkan rezim pembangunan Orde Baru yang berakhir kelam ini bahkan belum bisa menyamai prestasi para petinggi Orde Baru. Meski ada kemajuan di beberapa bidang lain, tapi yang saya garisbawahi disini adalah kenyataan kita sampai sekarang belum bisa menyelenggarakan swasembada pangan sebagaimana telah dilakukan Ir. Soeharto dan kroni-kroninya. Bahkan pemerintah sekarang tidak jelas mau dibawa kemana rakyat Indonesia, programnya berjalan setengah-setengah, dana APBD dikorupsi tdak cuma keluarga, bahkan bawahan, karib kerabat dan teman-teman. Istilahnya APBD dipakai bancaan.

         Sebagai pembanding saja, cobalah kita tengok sedikit bagaimana Bapak Presiden Soeharto membangun Indonesia dengan perencanaan yang matang dan jelas. Rakyat bahkan tahu mau dibawa kemana negara Indonesia. Perencanaan itu diawasi, dituntun dan dievaluasi dengan acuan lima tahun yang terkenal dengan PELITA. Dari semua keberhasilan itu, saya hanya ingin sedikit membahas tentang bagaimana pemerintah saat itu mampu menjaga dan menstabilkan harga-harga, terutama untuk makanan dan kebutuhan pokok. Saat itu, pemerintah membuat suatu sistem yang dibentuk dari pusat hingga tingkat desa, suatu sistem terkomando yang berfungsi untuk mengorganisir dan mengakomodir hasil bumi rakyat yang mayoritas berupa padi dan palawija. Kemudian, hasil pertanian tersebut dikumpulkan dalam suatu koperasi desa yang bertujuan untuk menghindari pembelian sistem ijon dari para broker, dari koperasi desa, sembako tersebut kemudian disetor ke pusat dan dikumpulkan di BULOG(Badan Urusan Logistik). Dengan begitu, para broker tidak akan bisa mempermainkan harga sembako, karena pemerintah memiliki persediaan sembako yang begitu banyak yang siap dikeluarkan kapan saja. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, untuk menurunkan harga barang yang begitu tinggi, bisa dilakukan dengan menaikkan penawaran. Sehingga harga sembako saat itu benar-benar murah dan terjangkau.

         Selain itu, untuk menaikkan kualitas sembako yang dihasilkan, pemerintah melakukan pembinaan dan pelatihan yang diorganisir oleh suatu badan yang dibentuk up-down hingga tingkat kecamatan. Dengan begitu, hasil pertanian benar-benar masuk kas negara dan masyarakat mendapat perhatian yang baik dari pemerintah.

         Sekarang kita lihat pemerintah kita saat ini, dengan membuka keran impor, mereka berusaha menutupi kekurangan sembako nasional. Padahal sebenarnya bukan kekurangan, hanya hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Hal itu disebabkan oleh pertama, karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat petani, untuk pupuk dan benih saja terkadang mereka masih haus membayar mahal, pelatihan hanya diperoleh dari nenek moyang secara turun temurun. Padahal jika proses pengolahan dilakukan dengan teknologi, hasilnya pasti akan lebih bagus dan maksimal.

         Kedua, karena pemerintah ingin mencari jalan tengah yang aman. Berbeda dengan pak Harto yang begitu gencarnya menggalang dana, bahkan dengan hutang. Meski terkesan berisiko tinggi, tapi pemerintah ORBA berani mengambil itu. Dengan dana segitu, pemerintah ORBA membangun negara dengan sebegitu cepatnya. Meski akhirnya gara-gara ulah pemerintah ORBA itu, sampai sekarang Indonesia masih terlilit utang, kita cuma belajar mengambil sisi positif dari ketegasan dan kecepatan pemerintah ORBA dalam menstabilkan kondisi Indonesia saat itu.

         Seandainya pemerintah Indonesia sekarang bisa sedikit lebih berani mengambil risiko untuk memndidik dan membangun rakyat Indonesia, bukan mustahil beberapa tahun ke depan, kita bisa melihat Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dunia.  

Selasa, 17 April 2012

GITU LAH

Atau Coba Yang ini juga bisa

DNS Server di Indonesia

Server DNS indosat.net.id termasuk DNS Indosat IM2
  • 202.155.0.10
  • 202.155.0.15
  • 202.155.0.20
  • 202.155.0.25
  • 202.155.46.66
  • 202.155.46.77
  • 202.155.30.227
DNS Telkom.net.id Telkom Speedy
  • 202.134.2.5
  • 203.130.196.5
  • 202.134.0.155
  • 202.134.1.10
  • 202.134.0.62
  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2
  • 202.155.30.227
DNS AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia)
  • 203.34.118.10
  • 203.34.118.12
DNS sat.net.id
  • 202.149.82.25
  • 202.149.82.29
DNS cbn.net.id
  • 202.158.40.1
  • 202.158.20.1
  • 202.158.3.7
  • 202.158.3.6
Singnet Singapore
  • 165.21.100.88
  • 165.21.83.88
DNS indo.net.id
  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2
DNS itb.ac.id
  • 202.249.24.65
  • 167.205.23.1
  • 167.205.22.123
  • 167.205.30.114
DNS ukdw.ac.id
  • 222.124.22.18

Daftar DNS Luar indonesia

DNS Open DNS
  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220
DNS ScrubIt
  • 67.138.54.100
  • 207.225.209.66
DNS DNSadvantage
  • 156.154.70.1
  • 156.154.71.1
DNS vnsc-pri.sys.gtei.net
  • 4.2.2.1
  • 4.2.2.2
  • 4.2.2.3
  • 4.2.2.4
  • 4.2.2.5
  • 4.2.2.6
Verizon (Reston, VA, US)
  • 151.197.0.38
  • 151.197.0.39
  • 151.202.0.84
  • 151.202.0.85
  • 151.202.0.85
  • 151.203.0.84
  • 151.203.0.85
  • 199.45.32.37
  • 199.45.32.38
  • 199.45.32.40
  • 199.45.32.43
GTE (Irving, TX, US)
  • 192.76.85.133
  • 206.124.64.1
One Connect IP (Albuquerque, NM, US)
  • 67.138.54.100
OpenDNS (San Francisco, CA, US)
  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220
Exetel (Sydney, AU)
  • 220.233.167.31
VRx Network Services (New York, NY, US)
  • 199.166.31.3
SpeakEasy (Seattle, WA, US)
  • 66.93.87.2
  • 216.231.41.2
  • 216.254.95.2
  • 64.81.45.2
  • 64.81.111.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 66.92.64.2
  • 66.92.224.2
  • 66.92.159.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.45.2
  • 216.27.175.2

Sprintlink (Overland Park, KS, US)
  • 199.2.252.10
  • 204.97.212.10
  • 204.117.214.10
Cisco (San Jose, CA, US)
  • 64.102.255.44
  • 128.107.241.185
Catatan : Beberapa DNS tidak bisa digunakan untuk akses FTP dan Website tertentu diblokir oleh Server DNS tersebut..

SUKA-SUKA

Anda dapat mencoba trik mempercepat koneksi internet anda dengan mengganti DNS. Berikut langkah-langkah cara mengganti DNS di windows XP:
1. Masuk ke Control Panel
2. Klik Network Connections
3. Klik kanan pada koneksi modem anda lalu klik Properties
4. Masuk ke tab Networking lalu Properties dan ganti DNS server seperti yang anda inginkan
Berikut daftar DNS server yang saya dapat dari internet:
DNS Speedy
1. 125.160.10.2 (ACEH)
2. 203.130.206.250 (MEDAN)
3. 203.130.193.74 (BATAM)
4. 202.134.0.155 (JAKARTA)
5. 203.130.196.5 (JAKARTA)
6. 202.134.0.61 (JAKARTA)
7. 222.124.204.34 (BANDUNG)
8. 202.134.1.10 (SURABAYA)
9. 202.134.1.7 (SURABAYA)
10. 203.130.209.242 (BLKPPN)
11. 203.130.208.18 (SEMARANG)

Open DNS

1. 208.67.222.222
2. 208.67.220.220
3. 202.134.0.155 (nsjkt1.telkom.net.id)
4. 203.130.196.155 (nsjkt2.telkom.net.id)
5. 202.134.1.10 (nssby1.telkom.net.id)
6. 202.134.2.5 (nsbdg1.telkom.net.id)
7. 203.130.208.18 (nssmg1.telkom.net.id)
8. 203.130.206.250 (nsmdn1.telkom.net.id
9. 203.130.196.6 (ns1.telkom.net.id)
10. 222.124.204.34 (ns2.telkom.net.id)
11. 202.134.1.5 (ns3.telkom.net.id)

DNS Google
1. 8.8.8.8 2. 8.8.4.4

DNS ScrubIt
1. 67.138.54.100
2. 207.225.209.66

DNS Advantage
1. 156.154.70.1
2. 156.154.71.1
3. 209.244.0.3
4. 209.244.0.4

DNS OpenNIC
1. AU 58.6.115.42
2. AU 58.6.115.43
3. AU 119.31.230.42
4. BR 200.252.98.162
5. DE 217.79.186.148
6. FR 82.229.244.191
7. US 216.87.84.211
8. US 2002:d857:54d2:2:20e:2eff:fe63:d4a9
9. US 2001:470:1f07:38b::1
10. US 66.244.95.20
11. US 2001:470:1f10:c6::2
12. 141.211.125.17
13. 141.211.144.17
14. 198.77.116.8
15. 198.77.116.12
16. 198.77.116.221
17. 198.77.116.223
18. 198.77.116.225
19. 198.77.116.227
20. 205.171.2.65
21. 205.171.3.65
22. 141.211.144.15
23. 202.138.224.2
24. 202.155.0.155
25. 202.146.255.5
26. 202.152.254.246
27. 202.152.254.245
28. 202.154.1.2
29. 202.249.24.65
30. 167.205.23.1
31. 167.205.22.123
32. 167.205.30.114
33. 222.124.22.18
34. 202.149.82.25
35. 202.149.82.29

Silahkan sesuaikan DNS server dengan lokasi anda supaya kecepatan koneksi internet menjadi lebih maksimal. Selamat mencoba :)

keren!!!
http://www.4shared.com/get/ACB_5uw-/CIntRep.html

Selasa, 27 Maret 2012

TUGAS SEJARAH

Sarekat Islam
Sarekat Islam pada awalnya adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang diberi nama Sarekat Dagang Islam. Perkumpulan ini didirikan oleh Haji Samanhudi tahun 1911 di kota Solo. Perkumpulan ini semakin berkembang pesat ketika H.O.S Tjokroaminoto memegang tampuk pimpinan dan mengubah nama perkumpulan menjadi Sarekat Islam. Sarekat Islam (SI) dapat dipandang sebagai salah satu gerakan yang paling menonjol sebelum Perang Dunia II.
Pendiri Sarekat Islam, Haji Samanhudi adalah seorang pengusaha batik di Kampung Laweyan (Solo) yang mempunyai banyak pekerja, sedangkan pengusaha-pengusaha batik lainnya adalah orang-orang Cina dan Arab.
Tujuan utama SI pada awal berdirinya adalah menghidupkan kegiatan ekonomi pedagang Islam Jawa. Keadaan hubungan yang tidak harmonis antara Jawa dan Cina mendorong pedagang-pedagang Jawa untuk bersatu menghadapi pedagang-pedagang Cina. Di samping itu agama Islam merupakan faktor pengikat dan penyatu kekuatan pedagang-pedagang Islam.
Pemerintah Hindia Belanda merasa khawatir terhadap perkembangan SI yang begitu pesat. SI dianggap membahayakan kedudukan pemerintah Hindia Belanda, karena mampu memobilisasikan massa. Namun Gubernur Jenderal Idenburg (1906-1916) tidak menolak kehadiran Sarekat Islam. Keanggotaan Sarekat Islam pun semakin luas.
Pada Kongres Sarekat Islam di Yogayakarta pada tahun 1914, HOS Tjokroaminoto terpilih sebagai Ketua Sarekat Islam. Ia berusaha tetap mempertahankan keutuhan dengan mengatakan bahwa kecenderungan untuk memisahkan diri dari Central Sarekat Islam harus dikutuk dan persatuan harus dijaga karena Islam sebagai unsur penyatu.
Politik Kanalisasi Idenburg cukup berhasil, karena Central Sarekat Islam baru diberi pengakuan badan hukum pada bulan Maret 1916, dan keputusan ini diambil ketika ia akan mengakhiri masa jabatannya. Idenburg digantikan oleh Gubernur Jenderal van Limburg Stirum (1916-1921). Gubernur Jenderal baru itu bersikap agak simpatik terhadap Sarekat Islam.
Namun sebelum Kongres Sarekat Islam Kedua tahun 1917 yang diadakan di Jakarta, muncul aliran revolusionaer sosialistis yang dipimpin oleh Semaun, cikal bakal berdirinya SI Merah. Pada saat itu ia menduduki jabatan ketua pada SI lokal Semarang. Walaupun demikian, kongres tetap memutuskan bahwa tujuan perjuangan Sarekat Islam adalah membentuk pemerintah sendiri dan perjuangan melawan penjajah dari kapitalisme yang jahat. Dalam Kongres itu diputuskan pula tentang keikutsertaan partai dalam Voklsraad. HOS Tjokroaminoto (anggota yang diangkat) dan Abdul Muis (anggota yang dipilih) mewakili Sarekat Islam dalam Dewan Rakyat (Volksraad).
Pada Kongres Sarekat Islam Ketiga tahun 1918 di Surabaya, pengaruh Sarekat Islam semakin meluas. Sementara itu pengaruh Semaun menjalar ke tubuh SI. Ia berpendapat bahwa pertentangan yang terjadi bukan antara penjajah-penjajah, tetapi antara kapitalis-buruh. Oleh karena itu, perlu memobilisasikan kekuatan buruh dan tani disamping tetap memperluas pengajaran Islam.
Dalam Kongres SI Keempat tahun 1919, Sarekat Islam memperhatikan gerakan buruh dan Sarekat Pekerja, karena hal ini dapat memperkuat kedudukan partai dalam menghadapi pemerintah kolonial. Namun dalam kongres ini pengaruh sosial komunis telah masuk ke tubuh Central Sarekat Islam (CSI) maupun cabang-cabangnya.
Dalam Kongres Sarekat Islam kelima tahun 1921, Semaun melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan Central Sarekat Islam yang menimbulkan perpecahan. Rupanya benih perpecahan semakin jelas dan dua aliran itu 9SI Merah dan SI Putih) tidak dapat dipersatukan kembali. Dalam Kongres Luar Biasa Central Sarekat Islam yang diselenggarakan tahun 1921 dibicarakan masalah disiplin partai. Abdul Muis (SI Putih) yang menjadi Ketua CSI mewakili Tjokroaminoto yang masih berada di dalam penjara, memimpin kongres tersebut. Akhirnya Kongres tersebut mengeluarkan ketetapan aturan Disiplin Partai. Artinya, dengan dikeluarkannya aturan tersebut, golongan komunis yang diwakili oleh Semaun dan Darsono, dikeluarkan dari Sarekat Islam.
Dengan pemecatan Semaun dari Sarekat Islam, maka Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu Sarekat Islam Putih yang berasaskan kebangsaan keagamaan di bawah pimpinan Tjokroaminoto dan Sarekat Islam Merah yang berasaskan komunis di bawah pimpinan Semaun yang berpusat di Semarang.
Pada Kongres Sarekat Islam Ketujuh tahun 1923 di Madiun diputuskan bahwa Central Sarekat Islam digantikan menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). dan cabang Sarekat Islam yang mendapat pengaruh komunis menyatakan diri bernaung dalam Sarekat Rakyat yang merupakan organisasi di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada periode antara tahun 1911-1923 Sarekat Islam menempuh garis perjuangan parlementer dan evolusioner. Artinya, Sarekat Islam mengadakan politik kerja sama dengan pemerintah kolonial. Namun setelah tahun 1923, Sarekat Islam menempuh garis perjuangan nonkooperatif. Artinya, organisasi tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial, atas nama dirinya sendiri. Kongres Partai Sarekat Islam tahun 1927 menegaskan bahwa tujuan perjuangan adalah mencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam. Karena tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan nasional maka Partai Sarekat Islam menggabungkan diri dengan Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).
Pada tahun 1927 nama Partai Sarekat Islam ditambah dengan “Indonesia” untuk menunjukan perjuangan kebangsaan dan kemudian namanya menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Perubahan nama itu dikaitkan dengan kedatangan dr. Sukiman dari negeri Belanda. Namun dalam tubuh PSII terjadi perbedaan pendapat antara Tjokroaminoto yang menekankan perjuangan kebangsaan di satu pihak, dan di pihak lain dr. Sukiman yang menyatakan keluar dari PSII dan mendirikan Partai Islam Indonesia (PARI). Perpecahan ini melemahkan PSII. Akhirnya PSII pecah menjadi PSII Kartosuwiryo, PSII Abikusno, PSII, dan PARI dr. Sukiman

Parta Komunis Indonesia
Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda. ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars.
Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia.
Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdeka". Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang.
ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, Soeara Ra’jat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia.
Henk Sneevliet mewakili partai ini pada kongresnya kedua Komunis Internasional pada 1920. Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada awalnya gerakan PKI hanyalah berasimilasi ke dalam Sarekat Islam. Namun karena keadaan yang semakin parah dimana ada perselisihan antara para anggotanya, terutama di Semarang dan Yogyakarta membuat Sarekat Islam melaksanakan disiplin partai. Yakni melarang anggotanya mendapat gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan indonesia. Keputusan tersebut tentu saja membuat para anggota yang beraliran komunis kesal dan keluar dari partai dan membentuk partai baru yang disebut ISDV. Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di HindiaSemaoen diangkat sebagai ketua partai, Darsono sebagai wakil ketua, dan Bergsma sebagai sekretaris.
Pada November 1926,  PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial di Jawa Barat dan Sumatra Barat. PKI mengumumkan terbentuknya sebuah republik. Pemberontakan ini dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke Boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua . Beberapa orang meninggal di dalam tahanan. Banyak aktivis politik non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintahan kolonial, dengan alasan menindas pemberontakan kaum komunis. Pada 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah.


Partai Nasional Indonesia
Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio-politik yang kompleks. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangat untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut:
·         Pergerakan yang ada lemah sehingga kurang bisa menggerakkan massa.
·         PKI sebagai partai massa telah dilarang.
·         Propagandanya menarik dan mempunyai orator ulung (Bung Karno).
Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karno mengeluarkan Trilogi sebagai pegangan perjuangan PNI. Trilogi tersebut mencakup kesadaran nasional, kemauan nasional, dan perbuatan nasional. Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI menggunakan tiga asas yaitu self help (berjuang dengan usaha sendiri), non-mendiancy (sikap antipati terhadap pemerintah) dan non-cooperative. Dasar perjuangannya adalah marhaenisme. Kongres Partai Nasional Indonesia yang pertama diadakan di Surabaya, tanggal 27 – 30 Mei 1928. Kongres ini menetapkan beberapa hal berikut :
1.       Susunan program yang meliputi :
a.       bidang politik untuk mencapai Indonesia merdeka.
b.      bidang ekonomi dan sosial untuk memajukan pelajaran nasional.
2.       Menetapkan garis perjuangan yang dianut adalah nonkooperasi.
3.       Menetapkan garis politik memperbaiki keadaan politik, ekonomi dan sosial dengan kekuatan sendiri, antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah, poliklinik-poliklinik, bank nasional, perkumpulan koperasi, dan sebagainya.
Peranan PNI dalam pergerakan nasional Indonesia sangat besar. Menyadari perlunya pernyataan segala potensi rakyat, PNI memelopori berdirinya Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). PPPKI diikuti oleh PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), Budi Utomo, Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, Indonesische Studi Club, dan Algemeene Studie Club. Berikut ini ada dua jenis tindakan yang dilaksanakan untuk memperkokoh diri dan berpengaruh di masyarakat, yaitu :
1.       Ke dalam, mengadakan usaha-usaha dari dan untuk lingkungan sendiri seperti mengadakan kursus-kursus, mendirikan sekolah, bank dan sebagainya.
2.       Ke luar, dengan memperkuat opini publik terhadap tujuan PNI antara lain melalui rapat-rapat umum dan penerbitan surat kabar Banteng Priangan di Bandung, dan Persatuan Indonesia di Jakarta.
Kegiatan PNI ini cepat menarik massa dan hal ini sangat mencemaskan pemerintah kolonial Belanda. Pengawasan terhadap kegiatan politik dilakukan semakin ketat bahkan dengan tindakan-tindakan penggeledahan dan penangkapan. Dengan berkembangnya desas desus bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan, maka empat tokoh PNI yaitu Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkuprojo, Markun Sumodiredjo, dan Supriadinata ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Bandung. Dalam proses peradilan itu, Ir. Soekarno dengan kepiawaiannya melakukan pembelaan yang diberi judul “Indonesia Menggugat”. Penangkapan terhadap para tokoh pemimpin PNI merupakan pukulan berat dan menggoyahkan keberlangsungan partai.
Akhirnya, dalam suatu kongres luar biasa yang diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April 1931, diambil keputusan untuk membubarkan PNI. Pembubaran ini menimbulkan pro dan kontra. Mr. Sartono kemudian mendirikan Partindo. Mereka yang tidak setuju dengan pembubaran masuk dalam Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru) yang didirikan oleh Drs. Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir. Baik Partindo maupun PNI Baru, masih memakai asas PNI yang lama yaitu self help dan non-cooperative. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan dalam hal strategi perjuangan. PNI Baru lebih mengutaman pendidikan politik dan sosial, sedangkan Partindo mengutamakan aksi massa sebagai senjata yang tepat untuk mencapai kemerdekaan.


Indische Partij
Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember 1912. Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E. Douwes DekkerTjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Maksudnya adalah untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda  dengan orang Belanda campuran (Indo). Indische Partij sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.
Indische Partij, yang berdasarkan golongan indo yang makmur, merupakan partai pertama yang menuntut kemerdekaan Indonesia. Partai ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintah kolonial Hindia Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913, penolakan tersebut dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. Alasan penolakkannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh pemerintah kolonial saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.
Selain itu juga disadari betapa pun baiknya usaha yang dibangun oleh orang Indo, tidak akan mendapat tanggapan rakyat tanpa adanya bantuan orang-orang bumiputera. Perlu diketahui bahwa E.F.E Douwes Dekker dilahirkan dari keturunan campuran, ayah Belanda, ibu seorang Indo. Indische Partij merupakan satu-satunya organisasi pergerakan yang secara terang-terangan bergerak di bidang politik dan ingin mencapai Indonesia merdeka. Tujuan Indische Partij adalah untuk membangunkan patriotisme semua indiers terhadap tanah air. Indische Partij menggunakan media majalah Het Tijdschrifc dan surat kabar De Express pimpinan E.F.E Douwes Dekker sebagai sarana untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan dari partai ini benar-benar revolusioner karena mau mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial.
Tindakan ini terlihat nyata pada tahun 1913. Saat itu pemerintah Belanda akan mengadakan peringatan 100 tahun bebasnya Belanda dari tangan Napoleon Bonaparte (Perancis). Perayaan ini direncanakan diperingati juga oleh pemerintah Hindia Belanda. Adalah suatu yang kurang pas di mana suatu negara penjajah melakukan upacara peringatan pembebasan dari penjajah pada suatu bangsa yang dia sebagai penjajahnya. Hal yang ironis ini mendatangkan cemoohan termasuk dari para pemimpin Indische Partij. R.M. Suwardi Suryaningrat menulis artikel bernada sarkastis yang berjudul Als ik een Nederlander was (Andaikan aku seorang Belanda). Akibat dari tulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto Mangunkusumo yang dimuat dalam De Express tanggal 26 Juli 1913 yang diberi judul Kracht of Vrees?, berisi tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan. Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam Tiga Serangkai, Douwes Dekker mengkritik dalam tulisan di De Express tanggal 5 Agustus 1913 yang berjudul Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat (Pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat). Kecaman-kecaman yang menentang pemerintah Belanda menyebabkan ketiga tokoh dari Indische Partij ditangkap.
Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke Belanda. Douwes Dekker dibuang ke Kupang, NTT, sedangkan Dr. Cipto Mangunkusumo dibuang ke Pulau Banda. Namun pada tahun 1914 Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit. Sedangkan Suwardi Suryaningrat dan E.F.E. Douwes Dekker baru kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Suwardi Suryaningrat terjun dalam dunia pendidikan, dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, mendirikan perguruan Taman Siswa. E.F.E Douwes Dekker juga mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dan mendirikan yayasan pendidikan Ksatrian Institute di Sukabumi pada tahun 1940. Dalam perkembangannya, E.F.E Douwes Dekker ditangkap lagi dan dibuang ke Suriname, Amerika Selatan.
Pada tahun 1913 partai ini dilarang karena tuntutan kemerdekaan itu, dan sebagian besar anggotanya berkumpul lagi dalam Serikat Insulinde dan Comite Boemi Poetera.